Lihatlah Menu Diet Herbalife yang akan kami share kali ini, karena kami yakin anda semuanya ingin bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam melakukan diet turun berat badan sehingga dapat menghasilkan tubuh yang Sehat Dan Langsing.

Menurunkan Berat Badan memang agak susah-susah gampang, tapi proses keberhasilan itu bergantung kepada anda juga, ketika anda ingin benar-benar menurunkan berat badan, maka semuanya akan berjalan lancar sehingga diet yang anda idamkan bisa berhasil. Kami disini telah menawarkan Program Diet Herbalife. Pola makan yang baik dan terjadwal telah menjadi salah satu kunci keberhasilan program diet yang sedang anda jalani saat ini.

Ketika anda berniat untuk melakukan diet turun berat badan, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah Jauhi Makanan Yang Berkalori Tinggi Dan Mengandung Banyak Lemak seperti makan daging, keju serta anda harus menggantinya dengan makanan yang mengandung serat alami dan bersumber pada protein nabati. Makanan yang kaya akan serat dan protein akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa dicerna dalam lambung. Oleh karenanya serat juga sangat baik sebagai makanan penunda rasa lapar yang efektif. Bukan hanya itu saja, serat juga telah memiliki efek yang lainnya, yaitu memperlambat konsentrasi insulin. Kadar serum insulin yang tinggi dalam darah merupakan salah satu faktor pemicu rasa lapar. Itulah mengapa serat begitu dibutuhkan dalam program diet. Agar anda tidak cepat merasa lapar!

Menu Diet Ala Herbalife ini harus juga disertai dengan minum air putih 2 liter/sehari untuk dapat mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh anda.
Aturan Menu Diet Herbalife

    Jam 06:30  : Minum 2 Tablet Fiber Herbs + 1 Tablet Cell-u Loss
    Jam 07:00 : Sarapan Shake ( 2 Sendok Makan Shake + Air Putih 250 ml )
    Jam 08:00 – 16:00 : Campur 3 sendok makan Herbal Aloe + Herbal Concentrate Tea + 1,5 Liter air Putih
    Jam 11:30 :  Minum 2 Tablet Fiber Herbs + 1 Tablet Cell-u Loss
    Jam 12:00 : Makan siang Seperti biasa, usahakan makan dengan kombinasi sayuran beragam
    Jam  17:30 : Minum 2 Tablet Fiber Herbs + 1 Tablet Cell-u Loss
    Jam 18:00 : Sarapan Shake ( 2 Sendok Makan Shake + Air Putih 250 ml )

Shake makanan yang rendah kalori tapi tetap mengenyangkan, jika misalnya anda tetap lapar, di selang waktu tersebut anda bisa membuat shake lagi. Mudah-mudahan dengan menu diet ini anda dapat segera mencapai target dan jangan ragu untuk dishare dengan rekan-rekan anda, untuk macam-macam produknya, silahkan lihat pada Produk Herbalife.

Nah itulah Menu Diet Herbalife yang bisa saya share, mudah-mudahan bisa membantu anda dalam program diet yang sedang anda jalani saat ini.

MENU DIET HERBALIFE

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »